Serabi dan Kopi, Mari Kita Rayakan

Kopi Banjarnegara

http://www.kopiresmi.com/
Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan Indonesia merupakan salah satu  Negara penghasil kopi terbaik di Dunia. Dari ujung pulau Sumatra sampai tanah Papua merupakan penghasil kopi. Dan disetiap daerah memiliki keunikan cita rasa tersendiri. Di pulau Jawa hampir disetiap daerah yang terdapat gunung berapi banyak ditumbuhi pohon kopi. Hal ini dikarenakan syarat tumbuh tanaman kopi yang mengharuskan berada pada ketinggian tanah tertentu. Pada kopi jenis Robusta syarat tumbuh kopi pada ketinggian 600-1000 mdpl dan untuk kopi Arabika pada ketinggian diatas 1100 mdpl.
Banjarnegara merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Secara astronomi Kabupaten Banjarnegara terletak diantara 7°12’- 7°31’ Lintang Selatan dan109°20’- 109°45’ Bujur Timur. Wilayah Kabupaten Banjarnegara terletak pada jalur pegunungan di bagian tengah Jawa Tengah sebelah Barat yang membujur dari arah Barat ke Timur. Ditinjau dari ketinggiannya Kabupaten Banjarnegara sebagian besar berada pada ketinggian  100-500 meter dpl sebesar 37,04%, kemudian antara 500-1000 mdpl sebesar  28,74, lebih besar dari 1000 mdpl sebesar 24,40%. Berdasarkan bentuk tata alam dan penyebaran geografisnya, bagian utara  terdiri dari daerah pegunungan relief bergelombang dan curam. Beberapa daerah banyak ditumbuhi pohon Kopi karena secara letak georafisnya atau ketinggian tanah memungkinkan untuk tumbuh kembang tanaman Kopi. Beberapa daerah penghasil kopi meliputi Karangkobar (1.015 mdpl) dan Pandanarum (1245 mdpl )sebagian besar ditumbuhi kopi jenis Robusta, kemudian di kecamatan Pegentan (935 mdpl ), Pejawaran (1130 mdpl), Batur dan sebagian Dieng (1633 mdpl ), Wanayasa (1135 mdpl) dan Kalibening (1049 mdpl) hampir semuanya ditanami kopi jenis Arabika. Kopi merupakan salah satu komoditas penting di Kabupaten Banjarnegara, dengan segala potensi yang ada, baik dari letak geografisnya maupun ketinggian tanah sangat potensi utuk ditanami kopi khususnya jenis Arabika.



LATAR BELAKANG
Dari data diatas kami olah menjadi informasi tentang potensi kopi di Banjarnegara kemudian menjadikannya bahan untuk mengolah kopi menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. Berbicara bisnis kopi, kita harus mengetahui potensi dari hulu sampai hilir. Para petani kopi menjadi pelaku bisnis disektor hulu, mereka menanam kopi kemudian melakukan proses perawatan hingga panen dan menjual dalam bentuk kopi glondong. Ada beberapa petani yang melakukan proses pengolahan hingga pada kopi beras (green bean) sebelum menjual ke pedagang atau pengepul. Perbedaan penjualan bentuk kopi  para petani disektor hulu dikarenakan keterbatasan alat olah kopi paska panen dan kurangnya informasi tentang pengolahan kopi. Keterbatasan tersebut juga berimbas pada kualitas kopi yang dihasilkan menjadi kurang maksimal. Proses paska panen akan sangat menentukan kualitas kopi apakah kopi menjadi baik atau sebaliknya.
Dari persoalan diatas kita bisa mencoba mengidentifikasi dan kemudian mencoba memberikan solusi pengolahan kopi disektor hulu di Kabupaten Banjarnegara.
1.      Mendata secara rinci dan pasti jumlah petani, luas lahan dan produktifitas tanaman kopi, data tersebut sebagai bahan untuk menentukan langkah berikutnya dalam proses pengolahan paska panen kopi dari para petani.
2.      Pengadaan tempat dan alat pengolahan kopi yang terpadu dari biji kopi sampai proses menjadi kopi beras. Dalam proses ini skemanya dengan membeli seluruh hasil kopi dari para petani berupa kopi glondong, kemudian mengolahnya menjadi kopi beras (green bean). Tujuannya adalah supaya standar kualitas kopi akan terjaga, dengan dukungan sumber daya manusia yang terlatih dan kelengkapan alat pengolahan kopi yang memadai. Selain itu dengan adanya tempat pengolahan kopi dan gudang penyimpanan, akan memungkinkan sistem logistik yang baik, jumlah hasil kopi dan potensi panen dalam satu kali panen dapat tercatat dengan baik, sehingga akan meningkatkan kepastian pasar sehingga interaksi antara permintaan dan penawaran di pasar akan lebih terduga. Kondisi ini akan meningkatkan posisi tawar menjadi lebih tinggi.
3.      Melakukan promosi tentang kualitas kopi dari Banjarnegara. Media online menjadi sarana promo yang paling ideal untuk saat ini, berupa web dan media sosial. Beberapa target pasar yang dibidik yaitu Eksportir, pengusaha Roaster dan Coffee Shop yang ada di Indonesia maupun Mancanegara. Dalam media online interaksi antara penjual dan pembeli akan sangat efektif karna tidak ada keterbatasan jarak dan waktu.
Berbeda disektor Hulu, bisnis kopi disektor Hilir akan lebih variatif produk hasil olahannya. Hasil produk disektor Hilir meliputi Kopi Sangrai (Roasted Bean) dan Kopi Bubuk ( Coffee Powder). Proses pembuatan Kopi Sangrai akan membutuhkan investasi yang cukup besar. Kualitas biji kopi (Grean Bean ) yang harus bagus dan tentunya pengadaan mesin Roasting yang modern tentu menjadi syarat utama untuk menghasilkan kualitas biji kopi goreng. Harga alat Roasting kopi dipasaran saat ini cukup tinggi sehingga harus ada alokasi anggaran khusus untuk pengadaan alat tersebut. Permintaan pasar Roasted Bean yang berkualitas bagus akan terus meningkat dari waktu ke waktu dengan bertumbuhnya penikmat Kopi individu maupun Coffee Shop yang khusus menyediakan kopi-kopi yang baik. Tentunya ini menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, mengingat permintaan kopi akan terus miningkat, sementara bahan baku biji kopi akan selalu tersedia karena sektor Hulu pun akan dikelola dengan baik. Selain ketersediaan kopi yang berkelanjutan, faktor cita rasa kopi juga akan sangat mempengaruhi permintaan pasar. Kopi Banjarnegara khususnya Arabika sudah dilakukan uji cupping oleh beberapa penikmat kopi, dari hasil cupping kemudian disepakati Kopi Arabia Banjarnegara masuk dalam salah satu Coffee Spesiality di Indonesia.

Kopi Bubuk menjadi hasil olahan sektor hilir selain Roasted Bean. Dalam proses pengolahan kopi menjadi bubuk membutuhkan proses yang labih panjang. Proses pembuatannya dimulai dari kopi Sangrai kemudian digiling hingga menjadi bubuk halus untuk kemudian dibungkus dengan kemasan dan ukuran tertentu. Industri pengolahan kopi bubuk dewasa ini persaingannya sangat ketat. Perusahaan selalu melakukan inovasi produk dari bubuk kopi hingga olahan kopi, susu dan cream (3 in 1) untuk memenuhi permintaan konsumen. Dari persaingan tersebut, tak jarang untuk memenangkannya beberapa perusahaan kopi mengindahkan kualitas produk yang dijual, sehingga ongkos produksi bisa dipangkas hingga harga jual dimasyarakat bisa ditekan. Dari persaingan industri tersebut, khususnya kopi kemasan yag cenderung tidak sehat, perlu ada terobosan produk yang membedakan dari produk yang sudah banyak beredar. 
Kopi Banjarnegara bisa di beli di http://www.kopiresmi.com/  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alamat Serabine.co